Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menperin Sarmuji Gelar Belanja Masalah Petakan Hambatan Industri Nasional

✍️ Ozi 🕒 07 Oct 2026
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menggelar rapat kerja internal bersama jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta pada Senin (5/10/2026) untuk memelopori agenda "belanja masalah". Langkah strategis ini bertujuan menginventarisasi hambatan regulasi, ketersediaan bahan baku, pasokan energi, hingga daya saing yang membebani para pelaku manufaktur domestik.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri pimpinan tinggi Kemenperin, termasuk Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Sekjen Eko S.A. Cahyanto, Dirjen ILMATE Setia Diarta, serta Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika. Penanganan pemetaan ini diprioritaskan pada penguatan produksi permesinan dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor, sekaligus mengakselerasi subsektor industri agro yang memiliki daya ungkit besar terhadap PDB nasional.

“Pada tahap awal ini, kami ingin melakukan belanja masalah. Kita petakan secara menyeluruh persoalan yang dihadapi industri, kemudian kita identifikasi mana yang bisa segera diselesaikan oleh Kemenperin dan mana yang membutuhkan koordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya. Yang terpenting, setiap masalah harus kita carikan jalan keluarnya,” kata Menperin Sarmuji di Jakarta, Senin (5/10).

Pemetaan secara mendalam dilakukan agar perumusan kebijakan teknis mampu menjawab tantangan tiap subsektor secara presisi.

“Setiap sektor memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kita perlu mendengarkan dan mengidentifikasi persoalannya secara detail. Dari situlah kita dapat menentukan prioritas kebijakan dan langkah penyelesaiannya,” ujarnya.

Langkah audit dan pemetaan kebutuhan mesin produksi nasional menjadi perhatian utama Ditjen ILMATE demi memacu utilisasi produk dalam negeri.

“Banyak hal yang dibicarakan. Namun, beliau sangat ingin mendorong industri permesinan kita tumbuh. Itu yang menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan,” kata Setia.

Upaya identifikasi dilanjutkan dengan penyelesaian berbagai persoalan tertunda (pending matters) di sektor industri pengolahan agro.

“Dari sektor industri agro, kami akan melihat subsektor mana yang bisa memberikan kontribusi besar, kemudian itu yang kita akselerasi. Jadi, potensi-potensi yang memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan industri akan kita dorong lebih kuat,” ujar Putu.

Kemenperin berkomitmen mempercepat penyelesaian hambatan operasional agar tidak mengganggu fokus ekspansi dunia usaha.

“Selain melakukan akselerasi, kami juga melihat berbagai pending matters yang ada. Mana yang bisa segera diselesaikan, akan kita dipercepat penyelesaiannya. Jadi, arahnya bukan hanya mendorong sumber-sumber pertumbuhan, tetapi juga menyelesaikan persoalan yang masih menjadi hambatan bagi industri,” jelas Putu.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan