Menperin Sarmuji Gelar Belanja Masalah Petakan Hambatan Industri Nasional
“Pada tahap awal ini, kami ingin melakukan belanja masalah. Kita petakan secara menyeluruh persoalan yang dihadapi industri, kemudian kita identifikasi mana yang bisa segera diselesaikan oleh Kemenperin dan mana yang membutuhkan koordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya. Yang terpenting, setiap masalah harus kita carikan jalan keluarnya,” kata Menperin Sarmuji di Jakarta, Senin (5/10).
Pemetaan secara mendalam dilakukan agar perumusan kebijakan teknis mampu menjawab tantangan tiap subsektor secara presisi.
“Setiap sektor memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kita perlu mendengarkan dan mengidentifikasi persoalannya secara detail. Dari situlah kita dapat menentukan prioritas kebijakan dan langkah penyelesaiannya,” ujarnya.
Langkah audit dan pemetaan kebutuhan mesin produksi nasional menjadi perhatian utama Ditjen ILMATE demi memacu utilisasi produk dalam negeri.
“Banyak hal yang dibicarakan. Namun, beliau sangat ingin mendorong industri permesinan kita tumbuh. Itu yang menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan,” kata Setia.
Upaya identifikasi dilanjutkan dengan penyelesaian berbagai persoalan tertunda (pending matters) di sektor industri pengolahan agro.
“Dari sektor industri agro, kami akan melihat subsektor mana yang bisa memberikan kontribusi besar, kemudian itu yang kita akselerasi. Jadi, potensi-potensi yang memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan industri akan kita dorong lebih kuat,” ujar Putu.
Kemenperin berkomitmen mempercepat penyelesaian hambatan operasional agar tidak mengganggu fokus ekspansi dunia usaha.
“Selain melakukan akselerasi, kami juga melihat berbagai pending matters yang ada. Mana yang bisa segera diselesaikan, akan kita dipercepat penyelesaiannya. Jadi, arahnya bukan hanya mendorong sumber-sumber pertumbuhan, tetapi juga menyelesaikan persoalan yang masih menjadi hambatan bagi industri,” jelas Putu.
