Menperin Dorong Klaster Khusus Data Center di Kawasan Industri
Soksinews.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong pengembangan klaster khusus pusat data atau data center di kawasan industri.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan listrik dan air sekaligus mencegah persaingan penggunaan sumber daya dengan kawasan permukiman.
Sarmuji mengatakan, pusat data membutuhkan dukungan infrastruktur yang besar, terutama pasokan listrik dan air. Karena itu, penempatannya perlu direncanakan secara khusus agar tidak menimbulkan persoalan dalam pemanfaatan sumber daya di wilayah sekitarnya.
"Itu harus ditempatkan di tempat yang agak khusus sebenarnya. Kalau bisa data center di klaster. Karena membutuhkan daya dukung yang besar, listrik, air terutama," kata Sarmuji seusai melakukan pertemuan dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia di Jakarta, Kamis.
Ia juga mengingatkan potensi konflik penggunaan air antara operasional pusat data dan kebutuhan masyarakat di kawasan perumahan maupun permukiman. Menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi persoalan tersebut sejak tahap perencanaan lokasi.
"Jangan sampai data center itu rebutan air dengan kawasan perumahan atau pemukiman, itu nanti akan jadi konflik itu. Jadi perlu satu tempat khusus, mungkin lebih dekat dengan pantai supaya airnya berasal dari desalinasi air laut dan lain sebagainya, harus dipikirkan sampai ke sana," ujarnya.
Selain membahas pengembangan pusat data, pertemuan tersebut turut menyoroti upaya meningkatkan tingkat utilisasi kawasan industri di Indonesia yang saat ini baru mencapai 57,20 persen.
Sarmuji menilai, peningkatan pemanfaatan kawasan industri dapat mendorong pertumbuhan sektor industri sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Untuk itu, pemerintah bersama para pemangku kepentingan akan mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan hambatan yang perlu diselesaikan.
Kementerian Perindustrian juga mendorong pengembangan kawasan industri tematik di luar Pulau Jawa dengan mempertimbangkan keunggulan masing-masing daerah. Pengembangan tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir, termasuk infrastruktur dan fasilitas pendukungnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Ma'ruf Maulana, berharap pusat data dapat ditempatkan di dalam kawasan industri. Menurutnya, langkah tersebut akan mempermudah pengelolaan dan pengawasan operasional, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan air dan listrik.
"Ya kami minta harapannya data center masuk ke dalam kawasan industri supaya mudah pengontrolannya juga, dan juga masalah air dan listrik juga kan di dalam," kata Ma'ruf.
