Menperin Agus Gumiwang Apresiasi Capaian Ekspor Kosmetik Nasional
Soksinews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu daya saing dan jangkauan pasar industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional di kancah internasional, yang dibuktikan dengan keberhasilan PT Follow Me Indonesia menembus pasar Papua Nugini melalui ekspor produk parfum serta gel rambut.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/9/2026), bahwa pencapaian ini menegaskan kualitas dan keamanan produk kosmetik buatan dalam negeri yang makin tepercaya di tingkat global.
Sektor kosmetik dan wewangian Indonesia mencatatkan lonjakan kinerja ekspor dari USD416,8 juta pada 2024 menjadi USD473,8 juta pada 2025. Dengan basis industri yang mencakup 1.655 unit usaha—di mana 87 persen di antaranya merupakan IKM—serta lebih dari 370 ribu produk terdaftar di BPOM per Agustus 2026, Kemenperin melalui Ditjen IKMA terus konsisten memberikan pendampingan legalitas, pengembangan kapasitas usaha, hingga fasilitasi sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB).
“Pemerintah akan terus mendukung industri kosmetik, parfum, dan gaya hidup sehat (wellness) agar semakin meningkatkan kinerja positifnya di pasar ekspor. Produk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti memberikan manfaat bagi konsumennya,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Pemerintah menilai pergeseran pola hidup masyarakat yang kian memperhatikan aspek kebugaran dan kualitas kesehatan menjadi momentum penting bagi penguatan merek lokal.
“Peningkatan kinerja ekspor ini menjadi bukti bahwa pelaku industri kosmetik dalam negeri terus berkembang dan meningkatkan kualitas serta jangkauan akses pasarnya. Potensi ini harus dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk pelaku industri kecil dan menengah,” ujar Agus.
Prospek pertumbuhan pada subsektor wewangian dan gaya hidup dipandang sebagai sarana efektif dalam mencetak wirausaha industri baru di berbagai daerah.
“Tingginya minat pasar terhadap produk wewangian membuka peluang emas bagi ekosistem industri nasional untuk mencetak wirausaha baru yang adaptif, inovatif, serta siap tampil sebagai pemain utama di tingkat global,” imbuhnya.***
