Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Perlindungan Anak Di Era AI

✍️ Ozi 🕒 28 Sep 2026
Menkomdigi Meutya Hafid
Menkomdigi Meutya Hafid Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti pentingnya jaminan keselamatan serta perlindungan hak anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) global.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam forum tingkat tinggi Protecting Children's Rights Facing Artificial Intelligence yang berlangsung di sela-sela Sidang Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026).

Forum yang dipimpin oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama para pemimpin dunia tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, badan PBB, dan industri teknologi untuk meluncurkan peta jalan (roadmap) 2026–2027 Global Coalition for Children’s Rights and Protection in the Age of AI.

Langkah ini diambil guna memitigasi risiko deepfake serta penyalahgunaan AI untuk materi kekerasan terhadap anak, sekaligus memastikan perlindungan bagi sekitar 70 juta anak Indonesia yang akan tumbuh dalam ekosistem digital berbasis AI.

“Anak-anak kita akan hidup semakin dekat dengan AI. Karena itu, keselamatan dan hak anak harus kita pastikan sejak awal, bukan setelah risikonya terjadi,” ujar Meutya di New York.

Pemerintah menegaskan bahwa pengawasan keselamatan digital anak merupakan tanggung jawab kolektif dan tidak bisa diserahkan begitu saja pada sistem otomatisasi.

“Kita tidak bisa menyerahkan keselamatan anak kepada algoritma. Pemerintah, platform teknologi, industri, orang tua, sekolah, dan komunitas internasional harus mengambil tanggung jawab masing-masing,” katanya.

Koalisi global menyepakati penguatan standar privasi sejak perancangan teknologi, peningkatan akuntabilitas industri, dan literasi AI sebagai agenda prioritas.

Diplomasi digital Indonesia di forum PBB ini difokuskan agar norma tata kelola AI internasional berorientasi pada perlindungan generasi muda di tingkat perdesaan maupun perkotaan.

“Dunia sedang menentukan aturan main AI. Indonesia ingin memastikan suara anak-anak ikut diperhitungkan dalam proses itu,” ujar Meutya.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan