Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Pemanfaatan IoT Untuk Ketahanan Pangan
“IoT dan kecerdasan artifisial adalah teknologi baru yang harus kita manfaatkan agar memberikan dampak langsung terhadap produktivitas masyarakat,” ujar Meutya di Jakarta Pusat, Selasa (06/10/2026), dikutip dari Komdigi.
Penerapan instrumen digital terbukti membantu efisiensi kerja dan pembiayaan bagi para petani di daerah.
“Alat digital Jinawi sangat membantu, terutama dalam menentukan pemupukan. Sebelumnya satu hektare bisa menghabiskan sekitar 1.600 kilogram pupuk. Setelah menggunakan alat ini, kondisi tanah diketahui masih subur sehingga kebutuhan pupuk hanya sekitar 750 kilogram,” kata Sumarno di Kabupaten Sragen, Rabu (05/11/2025).
Inovasi serupa pada sektor perikanan sukses mendongkrak volume panen sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal.
“Pertumbuhan hasil ikan nila terus meningkat berkat pembelajaran dan pendampingan teknologi ini,” ujar Abdullah di Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/10/2025).
Pemerintah berkomitmen memastikan penetrasi jaringan dan teknologi digital tidak hanya menumpuk di area perkotaan.
“Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Kami ingin memastikan digitalisasi diterapkan langsung dalam use case di lapangan. Teknologi digital jangan hanya dinikmati di perkotaan, tetapi harus masuk ke desa-desa untuk mendukung program swasembada pangan Presiden,” kata Meutya.
