Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menkomdigi Meutya Hafid Bahas Keamanan Anak Bersama Menteri Malaysia

✍️ Ozi 🕒 20 Oct 2026
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid Foto: Istimewa

Soksinews.id - Pemerintah Indonesia dan Malaysia menjajaki kolaborasi strategis terkait pendekatan regulasi serta penerapan mekanisme perlindungan anak di ruang digital guna menciptakan ekosistem internet yang lebih aman. Pembahasan bilateral tersebut mengemuka dalam ajang Bali Tech Week (BTW) 2026 yang berlangsung di Denpasar, Bali, Selasa (20/10/2026).

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menegaskan bahwa ekspansi akses internet harus diiringi dengan jaminan keamanan bagi generasi muda melalui tiga pilar utama Komdigi, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Seri Fahmi Fadzil menyambut positif sinergi ini dan mengapresiasi terobosan Indonesia lewat PP TUNAS, sembari memaparkan penerapan Online Safety Act (ONSA) serta mekanisme verifikasi usia di negaranya demi menopang pertumbuhan ekonomi digital kawasan ASEAN.

“Ketiga pilar ini sama pentingnya. Karena itu, kita tidak bisa hanya memilih untuk berfokus pada salah satunya,” ujar Meutya.

Kedua negara tetangga ini memiliki visi sejalan dalam memastikan masa depan generasi penerus terlindungi dari potensi bahaya siber.

"Keselamatan anak-anak di dunia digital adalah isu yang sangat penting bagi kedua negara. Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang erat, tidak hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga karena aspirasi bersama untuk membangun masa depan generasi mendatang," katanya.

Penciptaan ekosistem digital yang tepercaya dipandang sebagai syarat mutlak untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital di kawasan regional.

“Untuk benar-benar memperoleh manfaat dari ekonomi digital, kita perlu menjadikan ekosistem ekonomi ini lebih aman. Upaya tersebut harus dimulai dengan memastikan anak-anak kita lebih terlindungi, khususnya saat berada di ruang digital,” ujar Fahmi.

Pertukaran regulasi antarnegara anggota ASEAN diharapkan semakin memperkuat tanggung jawab perusahaan platform teknologi global terhadap keamanan pengguna.

"Menurut saya, sangat baik jika banyak negara di ASEAN mengambil langkah serupa. Melihat kemajuan yang telah dicapai Indonesia, berbagai diskusi yang telah kita lakukan, serta cara kita bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar, saya merasa sangat senang dan optimistis. Upaya yang sangat baik dari Indonesia," ucapnya.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan