Menko Airlangga Sebut Penyerapan Lapangan Kerja Masih Lebih Besar
Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa secara keseluruhan laju penciptaan lapangan kerja di Indonesia masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan munculnya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah sektor industri.
Tanggapan tersebut disampaikan Airlangga di Jakarta, menyikapi rilis Satudata Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per Agustus 2026 yang mencatat angka PHK telah mencapai 53.490 orang—terutama terkonsentrasi di Jawa Barat sebesar 20,34 persen.
Sejalan dengan pandangan Menko Perekonomian, Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026 mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional menjadi 4,65 persen atau menyentuh level terendah dalam 32 tahun terakhir sejak 1994.
Penurunan TPT tersebut didorong oleh masuknya penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 522.000 orang, sehingga total penduduk bekerja meningkat menjadi 148,19 juta orang dengan dominasi pekerja penuh waktu yang terus bertumbuh.
"Kan secara keseluruhan total penciptaan lapangan kerja masih lebih besar," kata Airlangga di kantornya akhir pekan lalu, Jakarta, dikutip Senin (28/9/2026).
Meskipun data Kemnaker menunjukkan kenaikan klaim ketenagakerjaan, penyerapan tenaga kerja di pasar domestik masih menunjukkan kurva positif secara agregat.
BPS mencatat jumlah pengangguran nasional mengalami penyusutan sebanyak 24.000 orang dari posisi Februari 2026 menjadi 7,22 juta orang pada Mei 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika pasar kerja nasional masih mampu mengabsorpsi angkatan kerja baru di perdesaan maupun perkotaan.
Penguatan struktur ketenagakerjaan ini terus dikawal pemerintah guna menjaga keberlanjutan daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional.
