Menko Airlangga Sebut Data Kesehatan Modal Kembangkan AI Obat
Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai bahwa besarnya basis data kesehatan nasional—seperti rekam medis masa pandemi COVID-19 dan BPJS Kesehatan—menjadi modal strategis bagi Indonesia untuk mengakselerasi industri farmasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam agenda BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Airlangga menguraikan bahwa populasi 280 juta jiwa memberikan keunggulan ketersediaan data kredibel yang dibutuhkan algoritma AI untuk memproses analisis data secara presisi.
Langkah pemanfaatan data kesehatan terpadu ini diproyeksikan mampu memangkas durasi uji klinis (clinical trial) pengembangan obat-obatan baru, sekaligus mengejar ketertinggalan struktur riset medis Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara produsen farmasi global.
“Pertanyaannya bukan hanya multiplier, tetapi ini adalah the future daripada digital. Dan di mana digitalisasi ini membutuhkan data-data yang credible. Tanpa data credible, AI itu tidak mampu untuk meng-crawling data yang baik,” kata Airlangga dalam acara BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026), dikutip dari cnnindonesia.
Sektor kesehatan diposisikan sebagai salah satu pilar industri utama yang siap mentransformasi sistem layanannya lewat pengolahan data digital.
“Nah salah satu yang sudah punya potensi ke depan yaitu di industri health care. Kita punya data pada saat Covid kemarin yang relatif sudah baik kemudian dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Integrasi analitik AI berbasis populasi masif disiapkan guna mempercepat tahapan riset uji laboratorium serta produksi obat dalam negeri.
“Dan dengan demikian kita punya clinical trial sebetulnya bisa lebih cepat dan pada berbagai negara dengan menggunakan AI,” katanya.
