Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menko Airlangga Dorong Percepatan Ratifikasi Perjanjian Dagang Indonesia Rusia

✍️ Ozi 🕒 17 Oct 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Foto: Istimewa

Soksinews.id - Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat memperluas kemitraan di bidang perdagangan, investasi, serta industri strategis guna memperkuat pertumbuhan ekonomi kedua negara. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).

Selain menyoroti lonjakan nilai perdagangan bilateral yang menyentuh angka 4,84 miliar Dolar AS pada 2025, kedua belah pihak mempercepat penyelesaian proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA) agar dapat diimplementasikan sebelum akhir 2026. Pertemuan ini turut menjajaki peluang kolaborasi bisnis di sektor kedirgantaraan, perkapalan, hingga rantai pasok teknologi industri.

“Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Airlangga.

Partisipasi aktif delegasi bisnis Rusia dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 diposisikan sebagai dorongan nyata untuk merealisasikan potensi investasi secara langsung.

"Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," ujar Manturov.

Penyelesaian ratifikasi I-EAEU FTA dinilai akan menjadi kunci utama dalam membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi komoditas unggulan nasional di kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah.

Sinergi bilateral yang berlanjut ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan rantai pasok manufaktur nasional sekaligus mengalirkan masuk arus investasi modal asing ke dalam negeri.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan