Menko Airlangga Dorong Penandatanganan IEU-CEPA Dan Kemitraan Jerman
Penegasan tersebut disampaikan Airlangga dalam pertemuan kemitraan strategis yang dihadiri Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste,
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, serta pimpinan asosiasi usaha di Jakarta. Pemerintah menargetkan proses ratifikasi dapat rampung sehingga perjanjian kerja sama ekonomi tersebut bisa efektif berjalan mulai awal tahun depan.
Langkah ini diambil guna memperluas akses pasar, memacu volume perdagangan, serta memperkuat kolaborasi bisnis antara pelaku usaha nasional dengan negara-negara Uni Eropa, khususnya Jerman yang mencatatkan nilai perdagangan bilateral mencapai 6,11 miliar dollar AS pada 2025.
“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi (dari) Jerman,” ujar Airlangga, dikutip dari Kompas.
Pemerintah memandang Jerman sebagai salah satu mitra industri utama dengan hadirnya lebih dari 250 perusahaan multinasional yang telah beroperasi di Tanah Air.
Peluang ekspansi kerja sama kedua negara akan terus didorong meliputi sektor infrastruktur, transformasi digital, energi terbarukan, kesehatan, hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Penguatan prioritas ekonomi tersebut direalisasikan melalui instrumen kolaborasi bilateral seperti Indonesia–Germany Joint Economic Commission (JEIC) dan mekanisme JETP.***
