Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Mendukbangga Wihaji Dorong PIK-R Dan Genre Atasi Masalah Mental Remaja

✍️ Ozi 🕒 28 Oct 2026
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengedepankan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Forum Generasi Berencana (Genre) sebagai solusi konkret negara dalam menangani persoalan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda Indonesia.

Keterangan tertulis tersebut disampaikan Wihaji tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Langkah strategis ini diambil guna merespons tingginya angka potensi gangguan mental remaja sekaligus menghapus stigma dan rasa malu yang membuat mayoritas remaja enggan berkonsultasi. Lewat penguatan peran konselor sebaya di sekolah maupun komunitas serta pendekatan pengasuhan orang tua yang adaptif di era digital, pemerintah berkomitmen membentuk ruang aman demi mencetak generasi masa depan yang berkualitas.

“Salah satu solusi Kemendukbangga/BKKBN memberikan akses yang bisa diraih oleh para remaja yang mengalami potensi gangguan kesehatan mental, melalui PIK-R atau Pusat Informasi dan Konseling Remaja, serta Forum Generasi Berencana (Genre),” kata Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, di Jakarta, Rabu (28/10).

Keberadaan sarana konseling berbasis pemuda tersebut ditujukan agar para remaja mendapat pendampingan yang tepat dari rekan sejawatnya sendiri.

“PIK-R memiliki peran strategis karena dikelola dari, oleh, dan untuk remaja. PIK-R juga mengembangkan peran pendidik sebaya dan konselor sebaya yang telah mendapatkan pelatihan, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan mendengarkan, memahami batas kemampuannya, menjaga privasi secara bertanggung jawab, dan mengenali kapan harus meminta bantuan orang dewasa atau tenaga profesional. Para remaja dapat mengakses PIK-R melalui jalur pendidikan, yakni di sekolah-sekolah yang telah membentuk PIK-R, atau melalui komunitas masyarakat, seperti di desa/kelurahan atau kabupaten/walikota,” ungkap Wihaji.

Edukasi berkelanjutan melalui Forum Genre turut difokuskan pada pencegahan pernikahan dini serta penyiapan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Pola asuh keluarga yang terbuka diposisikan sebagai pilar penting pendampingan mental anak di tengah derasnya arus peradaban digital.

“Orang tua hari ini mesti bersama-sama belajar tentang bagaimana punya anak dalam kondisi peradaban baru, kasih kesempatan anak untuk berbicara,” tuturnya.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan