Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Mendukbangga Wihaji Dorong Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Di Medsos

✍️ Ozi 🕒 07 Oct 2026
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya penguatan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja dan usia produktif secara masif melalui media sosial. Imbauan tersebut disampaikan Wihaji dalam puncak peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Wihaji menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses telepon seluler membuat anak-anak rentan terpapar konten yang tidak sesuai usia, sehingga meningkatkan risiko kekerasan maupun penyimpangan seksual. Guna mengantisipasi persoalan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN meluncurkan panduan edukasi inklusif yang menjamin kesetaraan hak informasi kesehatan reproduksi dan program keluarga berencana (KB) bagi kelompok disabilitas sesuai prinsip no one left behind.

"Sekarang anak baru lahir, sudah pegang handphone, ketika sudah scroll (menggulir) TikTok, yang dibuka oleh orang tua bisa keluar dan dilihat anak. Di situlah pentingnya edukasi kesehatan reproduksi," katanya dalam puncak peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Jakarta, Rabu.

Paparan informasi tanpa pendampingan yang tepat dinilai berpotensi memicu berbagai dampak sosial negatif pada perkembangan remaja.

"Tanpa edukasi yang memadai, paparan tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya persoalan seperti pelecehan dan penyimpangan seksual," ujar dia.

Pemahaman mengenai keluarga berencana kini diarahkan pada perlindungan kesehatan fisik, mental, hingga keberlanjutan ekonomi keluarga.

"Semangat dari kontrasepsi itu memastikan bahwa apa yang ada pada diri kita bisa turut menjaga kesehatan fisik, mental, dan ekonomi. Itu semangat keluarga berencana yang pendekatannya dengan metode kontrasepsi," ujar dia.

Fasilitas serta panduan edukasi yang setara disiapkan agar kelompok disabilitas mendapatkan hak informasi yang sama sebagai warga negara.

"Hari ini kita memberikan akses seluas-seluasnya, kita berikan pedoman dan edukasi, khususnya bagi penyandang disabilitas yang punya hak yang sama sebagai warga negara untuk mendapatkan informasi yang berkenan dengan hal-hal tentang keluarga berencana, terutama kesehatan reproduksi," ucap Wihaji.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan