Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Kementerian UMKM Perkuat Wirausaha Muda dan Pulihkan Ekonomi Korban Karhutla di Kalbar

✍️ Amun 🕒 27 Oct 2026
Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Menteri UMKM Maman Abdurrahman Foto: Istimewa

Soksinews.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya wirausaha baru sekaligus penggerak pemulihan ekonomi daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui program Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Senin (26/10/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kewirausahaan bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan wirausaha pemula. Selain itu, Kementerian UMKM juga memberikan perhatian terhadap pemulihan usaha masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Maman mengatakan, Bursa Wirausaha Unggulan menghubungkan 1.000 mahasiswa dengan UMKM binaan perguruan tinggi, lembaga inkubator, serta wirausaha baru melalui berbagai layanan pengembangan usaha.

“Program ini juga bagian dari upaya kami mengubah tantangan ketenagakerjaan menjadi peluang pertumbuhan wirausaha baru dan juga mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja berkualitas,” ujar Maman.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan menjadi semakin penting di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2026, sebanyak 57,8 persen atau 85,3 juta penduduk bekerja di sektor informal, sementara 7,24 juta penduduk lainnya masih menganggur.

Di Kalimantan Barat, sekitar 139 ribu penduduk belum memperoleh pekerjaan. Sementara itu, sebanyak 77 perguruan tinggi di provinsi tersebut menghasilkan sekitar 32 ribu lulusan baru setiap tahun.

Maman menilai kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

Kreativitas generasi muda dan inovasi dalam mengembangkan bisnis dinilai memiliki peran penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami juga mendorong mahasiswa dan talenta muda mengambil peluang usaha dan menciptakan inovasi sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan, Kementerian UMKM mengembangkan berbagai program inkubasi bisnis, pelatihan, pendampingan, serta perluasan jejaring usaha. Akses pasar bagi produk UMKM juga diperluas melalui kerja sama merek makanan Di’Mr.Kriuk dengan jaringan ritel Alfamart, serta kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat dengan LLP-KUKM.

Kementerian UMKM turut mendorong percepatan digitalisasi melalui platform SAPA UMKM. Bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat, kementerian mengajak pelaku usaha memanfaatkan platform tersebut untuk mengakses layanan pengembangan usaha yang terintegrasi dari 18 kementerian dan lembaga.

Dari sisi pembiayaan, dukungan diberikan kepada pengusaha muda produktif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang melibatkan sejumlah lembaga keuangan, yakni BRI, Bank Kalbar, Bank Mandiri, BNI, BTN, BSI, dan Pegadaian.

Kementerian UMKM juga menandatangani nota kesepahaman dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura serta TVRI untuk memperluas akses pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

Di tengah upaya mendorong pertumbuhan wirausaha, Maman turut menyampaikan keprihatinan atas bencana kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan.

“Kita semua berharap dan berdoa semoga bencana kabut asap ini segera berakhir sehingga kehidupan masyarakat kembali berjalan normal,” tuturnya.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, Kementerian UMKM bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Kredit Ultra Mikro (KUM) Peduli.

Program tersebut ditujukan untuk memfasilitasi pembiayaan usaha berbunga rendah bagi pelaku UMKM agar mereka dapat mempertahankan dan memulihkan kegiatan usahanya.

Selain itu, Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Pontianak bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) diarahkan untuk memperluas akses pengembangan usaha bagi pengusaha perempuan di sektor ultramikro.

Maman optimistis, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan dunia usaha dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kalimantan Barat. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah.

“Saya mengajak kita semua untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung para wirausaha untuk tumbuh,” tutup Maman.

A
AmunPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan