Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Kementerian UMKM Dorong Produk Lokal Go Global Lewat Penguatan Standar Ekspor

✍️ Amun 🕒 29 Sep 2026
Menteri UMKM Maman Abdurrahman seusai rapat dengan Komisi IX DPR RI tentang RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman seusai rapat dengan Komisi IX DPR RI tentang RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Kumparan

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk memperkuat kesiapan UMKM Indonesia menembus pasar ekspor.

Soksinews.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk memperkuat kesiapan UMKM Indonesia menembus pasar ekspor.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memenuhi ketentuan karantina, khususnya untuk komoditas hewan, ikan, dan tanaman, sehingga produk lokal mampu memenuhi persyaratan perdagangan internasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam kegiatan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/9/2026).

“Hari ini, Kementerian UMKM bersama Kementerian Hukum serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Badan Karantina Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan mendukung pertumbuhan UMKM Tanah Air,” ujar Maman.

Maman mengatakan produk UMKM Indonesia memiliki peluang besar di pasar internasional. Salah satunya terlihat dari petani Sulawesi Tengah yang difasilitasi PT Duco Food Indonesia dan mampu mengekspor 918 ton durian. Sementara PT Sentra Pangan Sejahtera yang menggandeng petani lokal berhasil meraih keuntungan hingga Rp227 miliar dari ekspor durian.

Peluang serupa juga terlihat dari keikutsertaan 75 pemilik usaha yang difasilitasi Kementerian UMKM dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, China. Selama pameran, UMKM mencatat kontrak dagang Rp54,6 miliar, transaksi B2C Rp325,5 juta, serta potensi transaksi B2B mencapai Rp76,9 miliar.

Menurut Maman, capaian tersebut menunjukkan besarnya minat pasar dunia terhadap produk Indonesia. Karena itu, perluasan akses pasar perlu diiringi peningkatan kesiapan produk dan pendampingan usaha agar UMKM mampu memenuhi ketentuan ekspor di negara tujuan.

“UMKM kita harus memiliki produk berkualitas dan memenuhi standar, serta mencukupi persyaratan karantina negara tujuan ekspor agar siap masuk pasar global dan menjangkau pembeli dari luar negeri,” katanya.

Penguatan ekosistem ekspor dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pertukaran data dan informasi. Barantin juga akan memberikan informasi mengenai ketentuan karantina negara tujuan dan asistensi teknis kepada pelaku usaha. Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan kesiapan pihaknya mendukung UMKM menghasilkan produk berkualitas dan memenuhi standar internasional.

“Insyaallah kita akan membentuk klinik ekspor sebagai pusat konsultasi supaya UMKM mengetahui cara ekspor dan standar produk berskala internasional sehingga UMKM sukses memasarkan produk ke luar negeri,” tutup Karding.

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan