Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Kemenperin Kolaborasi Dengan Startup Kembangkan Teknologi Mitigasi Kebencanaan

✍️ Ozi 🕒 22 Sep 2026
Kemenperin Kolaborasi Dengan Startup Kembangkan Teknologi Mitigasi Kebencanaan
Kemenperin Kolaborasi Dengan Startup Kembangkan Teknologi Mitigasi Kebencanaan

Soksinews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong percepatan transformasi industri 4.0 dengan menggandeng sektor swasta dan perusahaan rintisan (startup) lokal guna memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam penanggulangan, mitigasi, hingga pemulihan bencana di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026), menegaskan bahwa adopsi alat digital harus diimbangi dengan perubahan pola pikir serta fokus pada kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas. Melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) yang menjalin kemitraan bersama 65 entitas manufaktur, akademisi, dan penyedia teknologi, Kemenperin mengandeng dua startup nasional yakni TechnoGIS dari Sleman dan BATARI Energy dari Cimahi untuk melahirkan inovasi geospasial serta sistem energi portabel darurat yang sempat dipamerkan dalam ajang Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

“Komponen terpenting pada proses transformasi digital berupa kesadaran manfaat penggunaan peralatan digital, tidak hanya sekadar kemampuan adopsi teknologi, namun harus sejalan dengan perubahan mindset digital,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Pemerintah terus mengoptimalkan peran PIDI 4.0 sebagai pusat akselerasi teknologi untuk menjawab berbagai tantangan geografis dan kondisi alam Indonesia.

“Terkait dengan bidang penanggulangan bencana, PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian memiliki kemitraan dengan dua startup, yaitu TechnoGIS dari Sleman, Yogyakarta dan BATARI Energy dari Cimahi, Jawa Barat. Kedua perusahaan tersebut telah melahirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia,” ujar Adie.

Inovasi yang dikembangkan mencakup pemetaan data geospasial secara real-time, pengukuran pemetaan alur sungai untuk mitigasi banjir, hingga penyediaan daya listrik darurat berbasis panel surya pascabencana.

Sinergi kolaboratif ini diharapkan tidak sebatas menjadi ajang unjuk teknologi, melainkan mampu membuka peluang kerja sama bisnis di tingkat global serta memperkuat proteksi keselamatan masyarakat di wilayah perdesaan maupun kota.***

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan