Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Kejar PLTS 100 GW, Menteri Bahlil Pangkas Birokrasi dan Percepat Proses Tender

✍️ Arief Munandar 🕒 23 Sep 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Foto: Istimewa

Pemerintah menyiapkan langkah percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW).

Soksinews.id – Pemerintah menyiapkan langkah percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW). Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah memangkas tahapan birokrasi dalam proses tender.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, penyesuaian aturan tengah dilakukan agar perusahaan yang memiliki kemampuan teknologi dan menawarkan nilai ekonomis dapat diproses lebih cepat.

Menurut Bahlil, proses tender tidak perlu berlangsung terlalu panjang apabila perusahaan yang bersangkutan telah memenuhi aspek kemampuan teknologi dan keekonomian.

"Sekarang saya lagi melakukan penyesuaian aturan bagi perusahaan-perusahaan yang memang kompetitif dan mempunyai kemampuan teknologi yang baik, kami pertimbangkan untuk tendernya tidak perlu terlalu lama," ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).

Bahlil menegaskan, pemerintah akan mendorong mekanisme yang lebih sederhana untuk mempercepat realisasi proyek. Perusahaan yang dinilai memenuhi persyaratan dan memiliki nilai ekonomis dapat ditunjuk tanpa harus melewati proses tender yang memakan waktu panjang.

"Kami pangkas birokrasinya. Kalau memang ekonomis, kami tunjuk dia saja. Enggak usah terlalu lama-lama, yang penting bisa saling menguntungkan dan win-win. Win-win itu yang paling penting," kata Bahlil.

Waktu Tender hingga Kajian Dipangkas

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan, penyederhanaan birokrasi mencakup sejumlah tahapan yang selama ini berpotensi memperlambat pelaksanaan proyek.

Beberapa di antaranya adalah durasi tender, proses kajian, serta waktu jeda apabila proses lelang mengalami kegagalan dan harus kembali dilakukan.

"Misalnya, tendernya yang makan waktu yang lama, kajiannya terlalu lama, kemudian kalau misalnya terjadi gagal lelang, terus kemudian ada break dulu baru dilelang lagi, dan lain sebagainya, itu yang dipangkas," kata Tri.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperpendek waktu dari proses pengadaan hingga pembangunan pembangkit dapat direalisasikan.

Target pembangunan PLTS 100 GW sendiri merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Prabowo Targetkan PLTS 100 GW dalam Tiga Tahun

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GW dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Target tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia di tengah kebutuhan listrik nasional yang terus berkembang.

Saat ini, total kapasitas pembangkit listrik Indonesia dari berbagai sumber energi, termasuk batu bara, minyak, gas dan panas bumi atau geothermal, disebut mencapai sekitar 88 GW.

Dengan tambahan kapasitas PLTS sebesar 100 GW, pemerintah berharap kebutuhan energi nasional dapat ditopang oleh kapasitas pembangkit yang lebih besar sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Selain aspek ketahanan energi, pembangunan PLTS tersebut juga dikaitkan dengan efisiensi pengeluaran negara.

Pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW diproyeksikan dapat memberikan efisiensi biaya listrik hingga mencapai Rp73,9 triliun.

AM
Arief MunandarOwner Media
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan