Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Idrus Marham Ungkap 7 Tahapan Kepemimpinan Prabowo Menuju Indonesia Emas

✍️ Amun 🕒 19 Oct 2026
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham Foto: Istimewa

Soksinews.id – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham memaparkan tujuh tahapan yang menurutnya menjadi konstruksi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengarahkan Indonesia menuju Indonesia Emas. Tahapan tersebut mencakup pembangunan kesadaran berbangsa, penguatan Pancasila, perumusan visi pembangunan, penetapan kebijakan, pembentukan kabinet, penyamaan visi melalui retret, hingga pelaksanaan tugas pemerintahan.

Pandangan itu disampaikan Idrus dalam acara Kajian Buku MBG dan Prabowonomic di Jakarta, Senin (19/10/2026). Ia menilai Prabowo telah memiliki kerangka berpikir yang jelas dalam memimpin Indonesia sejak terpilih sebagai presiden pada 2024.

“Seperti pada penjelasan saya sebelumnya, saya sudah jelaskan bahwa Pak Prabowo di dalam memimpin bangsa ini memiliki konstruksi berpikir yang sudah jelas,” kata Idrus.

Ia menjelaskan, tahapan pertama dimulai dengan membangun kesadaran bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dirawat dan dibangun oleh seluruh elemen bangsa. Kesadaran tersebut dinilai menjadi dasar untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Yang pertama adalah ada kesadaran berbangsa, bahwa Indonesia ini adalah rumah besar kita bersama yang harus dirawat bersama, yang harus dibangun bersama,” ujarnya.

Tahapan kedua adalah menempatkan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa. Menurut Idrus, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam menjaga dan membangun Indonesia sebagai negara yang besar dan majemuk.

“Nah, yang kedua adalah untuk membangun dan merawat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dan sangat besar ini, itu harus didasarkan pada ciri karakter bangsa kita yang kita sebut itu ideologi dan falsafah bangsa yaitu Pancasila,” katanya.

Setelah fondasi kebangsaan dan ideologi terbentuk, tahapan ketiga adalah merumuskan visi pembangunan nasional yang mengacu pada tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Visi tersebut menjadi pedoman dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan.

Tahapan keempat, lanjut Idrus, adalah menetapkan kebijakan-kebijakan pokok untuk mewujudkan visi dan tujuan pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Nah, setelah ini Pak Prabowo menentukan yang keempat itu adalah kebijakan-kebijakan pokok yang mendasar untuk mencapai visi itu, untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang diinspirasi oleh ideologi dan falsafah Pancasila,” tuturnya.

Tahapan kelima adalah membentuk tim pemerintahan melalui penyusunan kabinet. Idrus menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk partai politik dan kelompok di luar partai, merupakan bagian dari upaya merangkul keberagaman dalam menjalankan pemerintahan.

Berikutnya, tahapan keenam adalah pelaksanaan retret bagi jajaran kabinet. Menurut Idrus, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman para menteri mengenai visi pemerintahan, tantangan pembangunan, serta prioritas dan strategi pelaksanaan kebijakan.

“Ketika itu kita masih ingat, Pak Prabowo melakukan retret, untuk apa? Untuk membangun suasana kebatinan sebagai sebuah tim, untuk menyamakan visi dan ya visi ke depan, untuk bersama-sama memahami tantangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyamaan visi melalui retret diharapkan dapat memperkuat koordinasi di antara para menteri. Dengan demikian, arah kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang dijalankan oleh setiap kementerian sesuai tanggung jawab masing-masing.

Tahapan ketujuh adalah pelaksanaan tugas pemerintahan. Setelah visi, kebijakan, dan arah kerja diselaraskan, seluruh jajaran kabinet diharapkan menjalankan tugas secara konsisten untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional.

Idrus menegaskan, Partai Golkar mendukung agenda pembangunan di bawah kepemimpinan Prabowo. Ia menyatakan partainya berkomitmen membantu pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan menuju Indonesia Emas.

“Dan ini sudah bekerja kan? Sejak dari awal bekerja ya dan kami dari Partai Golkar eh tidak ada kata lain kecuali ya membantu sepenuhnya bahkan berada pada bagian terdepan bagaimana suksesnya pembangunan ini, bagaimana suksesnya kepemimpinan Pak Prabowo,” kata Idrus.

Ia juga mengaitkan keberhasilan pembangunan saat ini dengan harapan keberlanjutan kepemimpinan pada periode 2029–2034. Menurutnya, fokus utama Partai Golkar adalah mendukung keberhasilan pembangunan nasional di bawah pemerintahan Prabowo.

“Apa pun tidak ada diskusi yang kita pikirkan hanya satu, bagaimana pembangunan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo menuju Indonesia Emas ini harus sukses,” ujarnya.

Lebih lanjut, Idrus menekankan bahwa kepentingan rakyat harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah. Ia menyebut pendekatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat perlu menjadi bagian utama dari agenda pembangunan nasional.

“Ah, yang perlu kita prioritaskan adalah rakyat. Karena itu ideologi kerakyatan yang dikedepankan,” tuturnya.

Idrus menambahkan, dukungan terhadap pembangunan perlu diikuti konsistensi dalam menjalankan kebijakan agar visi yang telah dirumuskan dapat diwujudkan melalui program dan kerja nyata. Ia menegaskan Partai Golkar akan terus mendukung agenda pemerintah untuk mencapai target Indonesia Emas.

 

A
AmunPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan