Idrus Marham Minta Kritik soal Misbakhun Disampaikan Berdasarkan Fakta
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham meminta masyarakat mengedepankan fakta dan objektivitas dalam menyampaikan kritik.
Soksinews.id – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham meminta masyarakat mengedepankan fakta dan objektivitas dalam menyampaikan kritik. Hal itu disampaikan Idrus menyikapi tudingan yang mengaitkan Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun dengan persoalan pemesanan pita cukai rokok.
Idrus juga mengingatkan seluruh pihak agar memperhatikan etika ketika menyampaikan informasi. Menurutnya, informasi yang tidak didasarkan pada fakta berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
“Harus faktual, harus rasional, harus objektif. Jangan sampai hal-hal seperti ini kemudian membuat masyarakat menjadi kacau,” kata Idrus Marham dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Misbakhun memberikan bantahan terkait tudingan yang mengaitkan dirinya dengan persoalan pemesanan pita cukai rokok.
Kritik Harus Berdasarkan Fakta
Idrus mengatakan dirinya memahami sekaligus menghargai berbagai narasi yang muncul dalam pemberitaan. Namun, ia menekankan informasi yang disampaikan kepada publik tetap harus mengacu pada fakta yang ada.
Ia menilai klarifikasi yang telah disampaikan Misbakhun perlu menjadi salah satu dasar bagi masyarakat dalam melihat persoalan tersebut secara proporsional.
Menurut Idrus, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus tetap disertai fakta dan tidak berkembang menjadi tuduhan tanpa dasar yang jelas.
“Kritik dalam dunia demokrasi itu suatu keharusan, tetapi kritik itu juga harus faktual, harus rasional, harus objektif,” kata Idrus.
Singgung Kebersamaan dengan Misbakhun
Dalam pernyataannya, Idrus juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki riwayat kebersamaan dengan Misbakhun dalam perjalanan politik, termasuk saat pengawalan Pansus Hak Angket Century.
Idrus kemudian mengajak masyarakat melihat berbagai persoalan dengan perspektif yang lebih positif. Ia mendorong agar solidaritas sosial antarsesama anak bangsa terus dibangun.
“Sejatinya kita sesama anak bangsa membangun solidaritas sosial yang kuat, sehingga memungkinkan kita untuk berkarya, menorehkan prestasi untuk bangsa. Solidaritas itu adalah saling mendukung, saling mendorong untuk berbuat kebaikan, bukan saling mempreteli, bukan saling menjatuhkan,” ujar Idrus.
Menurutnya, semangat untuk saling mendukung dan mendorong diperlukan agar energi masyarakat dapat diarahkan pada berbagai kegiatan yang menghasilkan prestasi bagi bangsa.
“Kalau misalkan itu yang kita kembangkan, maka kapan Indonesia maju?” katanya.
Dorong Solidaritas Sosial
Idrus menegaskan kembali bahwa kritik tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, penyampaiannya harus berlandaskan fakta, rasionalitas, dan objektivitas.
Ia juga mendorong masyarakat untuk membangun cara pandang yang positif terhadap sesama anak bangsa dengan mengedepankan dukungan dan kerja sama.
“Sejatinya kita sesama anak bangsa memperkuat solidaritas sosial, yang implementasinya saling mendorong, saling mendukung dalam menorehkan berbagai prestasi untuk bangsa, bukan saling menjatuhkan," ujar dia.
