Gubernur Lemhannas Ace Hasan Dorong Mahasiswa ITB Melek Geopolitik dan Teknologi
Soksinews.id - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya kesadaran geopolitik bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan memahami dinamika global tidak hanya dibutuhkan oleh diplomat maupun pemimpin negara, tetapi juga menjadi kompetensi penting bagi setiap warga negara.
Pesan tersebut disampaikan Ace Hasan saat memberikan Kuliah Umum bertema “Membangun Kesadaran Geopolitik Generasi Muda: Memahami Dunia, Menentukan Posisi, Memberi Kontribusi” kepada mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (7/10/2026).
Ace menjelaskan, kesadaran geopolitik merupakan kemampuan untuk membaca, memahami, serta merespons perubahan dan dinamika kekuatan global secara kritis dan strategis. Kemampuan tersebut semakin relevan karena berbagai peristiwa internasional dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia.
Ia mencontohkan gangguan di Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel yang berdampak terhadap biaya logistik, serta longsor di tambang Grasberg, Papua, pada 2025 yang berpengaruh terhadap pasokan tembaga dunia. Menurut Ace, kedua peristiwa tersebut menunjukkan keterkaitan antara dinamika global dan kepentingan nasional Indonesia.
Karena itu, Ace mendorong mahasiswa untuk membangun pola pikir kritis ketika menerima informasi. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui sebuah informasi, tetapi juga perlu memahami siapa yang memproduksinya serta kepentingan yang berada di balik informasi tersebut.
Ia mengajak generasi muda menggunakan lima pertanyaan dalam membaca sebuah persoalan, yakni apa yang terjadi, mengapa hal tersebut terjadi, siapa pihak yang berkepentingan, apa dampaknya bagi bangsa, serta apa yang dapat dilakukan.
Dengan pola pikir tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu mengambil posisi sebagai aktor yang memahami persoalan dan memberikan kontribusi terhadap kepentingan nasional.
Ace menyebut terdapat lima kemampuan yang perlu diperkuat generasi muda menuju 2045, yakni kesadaran strategis, kemampuan berpikir kritis, kesadaran terhadap kepentingan nasional, kompetensi global, serta literasi digital.
Menurutnya, kesadaran geopolitik tidak berhenti pada pemahaman mengenai dinamika dunia. Kemampuan tersebut juga perlu menjadi bagian dari penguatan ketahanan nasional yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, generasi muda, ekosistem teknologi, masyarakat, hingga organisasi kepemudaan.
Ace berharap ITB dapat terus berkontribusi mencetak generasi muda yang produktif dan inovatif serta mampu menjadi pemimpin yang adaptif dan kompetitif dalam menghadapi perubahan global.
Dalam kesempatan tersebut, Ace juga menyoroti besarnya jumlah generasi muda Indonesia. Berdasarkan data BPS 2025 yang disampaikannya, terdapat sekitar 66 juta penduduk berusia 15 hingga 29 tahun. Besarnya populasi tersebut menjadi potensi sekaligus tantangan yang perlu dipersiapkan dengan baik.
Menurut Ace, tanpa persiapan yang memadai, generasi muda dapat menghadapi tantangan berupa kesenjangan keterampilan, polarisasi, kerentanan terhadap informasi, serta ketergantungan terhadap teknologi.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kemampuan untuk menciptakan, mengembangkan, menguasai, dan mengamankan teknologi tersebut.
“Sekali lagi, teknologi adalah kekuatan. Indonesia perlu mencipta, mengembangkan, menguasai, dan mengamankan teknologi,” pesan Ace.
Ace menegaskan, geopolitik pada akhirnya bukan sekadar mengenai berbagai peristiwa yang berlangsung di dunia, melainkan bagaimana perubahan tersebut memberikan dampak terhadap Indonesia dan bagaimana bangsa ini menentukan responsnya.
Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran lebih besar sehingga kesadaran geopolitik tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kemampuan beradaptasi dan menghasilkan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional.
“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang Indonesia yang akan kita tinggali, tetapi juga tentang Indonesia yang kita bentuk hari ini,” tutup Ace.
Dalam kegiatan tersebut, Ace Hasan didampingi Plt. Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI Mayor Jenderal TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M.; Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A.; Tenaga Profesional Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas RI Marsekal Muda TNI (Purn) Andi Heru Wahyudi; Inspektur Lemhannas RI Brigadir Jenderal Polisi Udin Zainudin, S.I.K., M.H.; serta sejumlah pejabat struktural dan fungsional Lemhannas RI.
Dari pihak ITB, kegiatan tersebut dihadiri Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.; Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi (WRKMAA) Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn.; serta jajaran pejabat ITB.
