Gde Sumarjaya Linggih Dilantik Jadi Ketua Golkar Bali, Bahlil Bidik Tambah Kursi
Soksinews.id - Gde Sumarjaya Linggih atau Demer resmi dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali periode 2025-2030. Pelantikan berlangsung di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia hadir langsung dalam agenda pelantikan tersebut. Sejumlah elite Partai Golkar turut menghadiri acara, di antaranya Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Maman Abdurahman, Mukhtarudin, Dyah Roro Esti Widya Putri, Christina Aryani, dan Putri Komarudin.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil meminta jajaran Partai Golkar Bali meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Target tersebut mencakup kursi di DPRD Provinsi Bali, DPRD kabupaten/kota, hingga DPR RI.
"Saya mendorong Golkar Bali meningkatkan perolehan kursi di DPRD Bali maupun DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029. Target tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat keterwakilan Golkar di DPR RI," katanya.
"Saya meminta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar menaikkan kursi di DPR Provinsi, DPR kabupaten/kota, dan juga kalau bisa di DPR RI," imbuh Bahlil.
Target tersebut menjadi perhatian Golkar Bali karena perolehan kursi partai di Bali mengalami penurunan dalam Pemilu 2024. Di tingkat DPR RI, Golkar hanya memperoleh satu kursi dari daerah pemilihan Bali, turun dari dua kursi yang diraih pada Pemilu 2019.
Penurunan juga terjadi di DPRD Provinsi Bali. Pada Pemilu 2024, Golkar memperoleh tujuh kursi, sedangkan pada Pemilu 2019 partai tersebut mendapatkan delapan kursi.
Adapun di tingkat DPRD kabupaten/kota, Golkar memperoleh 11 kursi di Badung dan Buleleng, tujuh kursi di Denpasar dan Karangasem, enam kursi di Jembrana, lima kursi masing-masing di Bangli dan Gianyar, empat kursi di Tabanan, serta tiga kursi di Klungkung.
Bahlil juga mengingatkan agar target politik tersebut tetap diiringi dengan orientasi pengabdian kepada masyarakat. Ia meminta Partai Golkar dijadikan wadah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Jadikanlah partai ini sebagai instrumen perjuangan, pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dalam rangka mencerdaskan rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Bali," ujarnya.
Sementara itu, Demer mengatakan kepengurusan Golkar Bali telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi Pemilu 2029. Ada empat aspek yang menjadi fokus, yakni sumber daya manusia, jaringan organisasi, manajemen, dan logistik.
Menurut Demer, penguatan SDM dan jaringan organisasi telah mulai dilakukan hingga ke tingkat bawah. Langkah tersebut dijalankan dengan mengikuti arahan dari DPP Partai Golkar.
"Kita sudah merancang semuanya di Bali mengikuti arahan-arahan DPP. Dalam menyukseskan partai tentu ada beberapa yang harus dipenuhi. Pertama ada orang, kemudian ada jaringan. Kami sudah mulai siap dengan orang dan jaringan," kata Demer.
Dari sisi manajemen, Golkar Bali juga akan memperkuat sistem berbasis digital. Digitalisasi akan diterapkan dalam berbagai tahapan organisasi, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengawasan.
Demer mengatakan teknologi digital juga akan dimanfaatkan untuk mendukung proses kajian dan pengambilan keputusan. Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut dipertimbangkan dalam pengembangan manajemen partai.
"Manajemen juga kami akan perbaiki berbasis digital. Termasuk perencanaannya, pengorganisasiannya, action-nya, termasuk controlling-nya juga. Kami akan coba melalui sistem digital yang mau tidak mau kita akan mempergunakan," sebutnya.
Selain SDM, jaringan, dan manajemen, Demer menilai kesiapan logistik juga menjadi bagian penting dalam menjalankan organisasi partai. Ia berharap dukungan dari DPP dapat memperkuat kebutuhan tersebut.
"Orang siap, jaringan siap, manajemen siap. Nah, ini tentang logistik perlu dipikirkan bersama. Perlu dibantu oleh DPP," paparnya.
Demer juga mengajak kader dari kalangan muda, termasuk generasi Z, untuk terlibat aktif dalam kegiatan organisasi Partai Golkar. Menurutnya, kerja dan pengabdian kader menjadi bagian penting dalam keberlangsungan partai.
"Selama kita mau bekerja keras, selama kita mau mengabdi, berkarya, berbakti di partai ini, saya yakin kita mempunyai masa depan," tutupnya.
