Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Ekspor Baja RI Kena Tarif 50 Persen Di Barat

✍️ Ozi 🕒 08 Oct 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwasanya ekspor baja dan panel surya asal Indonesia menghadapi tekanan proteksionisme berupa tarif tinggi dari negara-negara Barat.

Dalam keterangannya pada Kamis (8/10/2026), Airlangga membeberkan bahwa produk baja nasional dihantam bea masuk hingga 50 persen saat hendak menembus pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Inggris, sementara produk panel surya bahkan dikenai tarif masuk hingga 104 persen oleh Pemerintah AS.

Menyikapi blokade pasar global tersebut, Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi penguatan permintaan domestik (domestic demand) melalui optimalisasi proyek strategis nasional, seperti agenda pembangunan PLTS 100 GWp yang terintegrasi dengan industri penyimpanan energi berbasis nikel.

"Bagi Indonesia sendiri sebetulnya sangat straight forward, di mana mereka dalam tanda petik tidak bisa bersaing dengan Indonesia. Mereka mengenakan biaya masuk untuk steel 50% di Amerika, Eropa juga enggak mau kalah steel dari Indonesia juga 50%, Inggris juga enggak mau kalah steel dari Indonesia 50%," ujarnya.

Kebijakan proteksionis dari negara-negara maju tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat perdagangan multilateral yang kerap digaungkan di tingkat global.

"Jadi inilah langkah-langkah yang dilakukan negara lain termasuk negara yang katanya negara maju dan juga mendukung multilateral trade dan juga mereka menjadi bagian daripada yang meminta seluruh negara bergabung dalam WTO," kata dia.

Kenaikan tarif impor yang drastis di Amerika Serikat memukul performa pengiriman komoditas panel surya buatan dalam negeri.

"Ekspor Indonesia naik ke Amerika dalam satu tahun lebih dari 100%, tetapi dampaknya juga langsung Indonesia dikenakan biaya masuk untuk solar panel 104%. Jadi dengan demikian dipastikan kita tidak bisa lagi ekspor solar panel ke Amerika," ungkap Airlangga.

Guna menjaga kelangsungan industri manufaktur nasional, pemerintah memfokuskan penyerapan produk lokal di pasar domestik melalui ekosistem energi terbarukan.

"Nah ini diperkirakan dari renewable energy, solar panel, beserta battery storage system yang sangat mendukung ekosistem baterai yang sudah disiapkan oleh Indonesia yang berbasis kepada nikel," jelasnya.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan