Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Parlemen
Parlemen

Dave Laksono Soroti Tantangan Demokrasi Indonesia, Dorong Penguatan Institusi dan Kepercayaan Publik

✍️ Amun 🕒 22 Sep 2026
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono Foto: Istimewa

Ketua Lembaga Komunikasi dan Informasi DPP Partai Golkar Dave Laksono menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan demokrasi Indonesia yang menurutnya perlu dilihat sebagai proses berkelanjutan.

Soksinews.id – Ketua Lembaga Komunikasi dan Informasi DPP Partai Golkar Dave Laksono menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan demokrasi Indonesia yang menurutnya perlu dilihat sebagai proses berkelanjutan.

Dave mengatakan perjalanan demokrasi Indonesia tidak semestinya hanya diukur berdasarkan perubahan yang terjadi dalam satu periode pemerintahan. Menurutnya, Indonesia telah melewati sejumlah pergantian kepemimpinan melalui mekanisme konstitusional dan berlangsung secara damai, termasuk Pemilu 2024.

"Karena itu, saya melihat tantangan demokrasi bukan sekadar persoalan apakah terjadi kemunduran atau kemajuan dari satu era ke era berikutnya, tetapi bagaimana kita terus memperkuat institusi demokrasi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadapnya," tutur Dave di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Demokrasi dan Stabilitas Pemerintahan

Dave yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI turut menyoroti hubungan antara demokrasi dan agenda pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut stabilitas serta pembangunan nasional menjadi bagian dari agenda pemerintahan saat ini. Namun, menurut Dave, stabilitas pemerintahan dan demokrasi tidak harus ditempatkan sebagai dua hal yang bertentangan.

"Pemerintahan yang kuat tetap harus membuka ruang bagi kritik, menjalankan pengawasan secara sehat, dan menghormati hukum. Bagi DPR, hal itu menjadi bagian dari tanggung jawab untuk terus mencermati jalannya pemerintahan melalui mekanisme yang tersedia, sehingga kebijakan yang diambil tetap dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," ungkapnya.

Menurut Dave, penguatan demokrasi juga berkaitan dengan kualitas institusi serta ruang publik. Ia menyebut pelaksanaan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu secara berkala.

Sejumlah aspek lain yang menurutnya perlu diperhatikan mencakup transparansi, kepastian hukum, partisipasi masyarakat, kebebasan pers yang bertanggung jawab, serta tersedianya ruang dialog yang sehat.

Tantangan Demokrasi di Era Digital

Perkembangan teknologi digital juga menjadi perhatian Dave dalam melihat dinamika demokrasi saat ini.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah dan memeriksa informasi yang diterima. Hal tersebut berkaitan dengan keberadaan disinformasi yang dapat memengaruhi kualitas perdebatan di ruang publik.

Dave menilai kualitas informasi yang beredar turut memiliki kaitan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi.

"Pada akhirnya, demokrasi harus mampu berjalan seiring dengan pemerintahan yang efektif. Pemerintah perlu memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan mandat rakyat dan menyelesaikan program pembangunan, sementara kritik, pengawasan, dan akuntabilitas tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan," terangnya.

Dorong Demokrasi dan Pemerintahan Berjalan Beriringan

Dave kemudian menegaskan bahwa demokrasi yang perlu diperkuat tidak hanya berkaitan dengan momentum kontestasi politik.

Menurut dia, demokrasi juga harus berjalan dengan tetap memperhatikan kebebasan, kepastian hukum, serta stabilitas.

"Sekaligus menghasilkan kebijakan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tambah dia.

Pernyataan Dave tersebut menempatkan penguatan institusi, ruang kritik, pengawasan, transparansi, serta partisipasi masyarakat sebagai sejumlah aspek yang menurutnya perlu terus diperhatikan dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Sumber: Inilah.com

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan