Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Christina Aryani Jajaki Perluasan Peluang Kerja PMI di Selandia Baru, Sasar Empat Sektor

✍️ Amun 🕒 15 Oct 2026
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani Foto: Istimewa

Soksinews.id – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menjajaki perluasan peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Selandia Baru. Upaya tersebut mencakup pembukaan akses ke sejumlah sektor potensial, mulai dari agrikultur, peternakan, pertambangan, hingga hospitality.

Langkah itu dibahas dalam pertemuan Christina Aryani dengan Calon Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Dindin Wahyudin, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar kerja internasional.

Christina mengatakan, pemerintah Indonesia ingin menjajaki peluang kerja baru di Selandia Baru dengan memanfaatkan potensi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Selama ini, penempatan PMI di negara tersebut lebih dikenal melalui sektor agrikultur.

“Menjelang penugasan Pak Dindin di Selandia Baru, kami menyampaikan intensi Indonesia untuk menjajaki peluang-peluang kerja baru di sana. Selama ini kita mengenal sektor agrikultur, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk peternakan, pertambangan, hingga hospitality,” katanya.

Menurut Christina, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington memiliki peran strategis dalam memetakan kebutuhan pasar kerja, mengidentifikasi sektor potensial, serta membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan dan pemberi kerja di Selandia Baru.

Peran tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pekerja migran Indonesia terhadap peluang kerja yang tersedia sekaligus memastikan kompetensi calon pekerja sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Berdasarkan data yang disampaikan Christina, target pekerja asing di Selandia Baru mencapai 20.700 orang, yang sebagian besar berasal dari negara-negara Pasifik. Sementara itu, kuota bagi negara-negara Asia disebut hanya sekitar 1.500 orang dan masih didominasi pekerja dari Filipina serta Thailand.

Adapun jumlah PMI yang ditempatkan di Selandia Baru pada 2026 baru mencapai 131 orang. Kondisi tersebut, menurut Christina, menunjukkan perlunya langkah lebih aktif untuk memperkenalkan tenaga kerja Indonesia kepada pemberi kerja di negara tersebut.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah aktif untuk mengenali kebutuhan pasar dan memperkenalkan tenaga kerja Indonesia kepada pengguna di Selandia Baru. Kami meminta dukungan agar peluang dan kuota penempatan bagi Indonesia dapat ditingkatkan,” ungkap politikus Partai Golkar tersebut.

Christina menambahkan, peningkatan penempatan PMI perlu didukung penguatan fungsi market intelligence oleh KBRI Wellington. Fungsi ini mencakup pengumpulan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja, persyaratan kompetensi, serta peluang penempatan yang dapat diakses oleh pekerja Indonesia.

Kementerian P2MI, lanjutnya, siap mendukung upaya tersebut melalui penyelenggaraan bursa kerja atau job fair, pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait di Selandia Baru, serta penjajakan kerja sama bilateral.

Kerja sama tersebut juga berpeluang dituangkan melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) guna memperkuat koordinasi dan membuka akses penempatan tenaga kerja Indonesia secara lebih terstruktur.

Christina berharap pemetaan kebutuhan pasar yang lebih akurat, promosi tenaga kerja yang tepat, serta komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan dapat meningkatkan peluang PMI untuk bekerja di Selandia Baru.

“Dengan pemetaan pasar yang lebih baik, promosi yang tepat, serta komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan, pekerja migran Indonesia bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Selandia Baru,” ujar Christina Aryani.

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan