Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

BSSN Sebut Kebocoran Data Menkomdigi Meutya Hafid Data Daur Ulang

✍️ Ozi 🕒 06 Oct 2026
Menkomdigi Meutya Hafid
Menkomdigi Meutya Hafid Foto: Istimewa

Soksinews.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengonfirmasi bahwa data pribadi milik Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang beredar di platform media sosial bukan berasal dari insiden peretasan baru. Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Sulistyo, menyampaikan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10/2026), bahwa informasi tersebut merupakan himpunan data lama yang dikumpulkan kembali oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Meskipun teridentifikasi sebagai data daur ulang, BSSN bersama Kemkomdigi serta aparat penegak hukum tetap memproses kasus ini secara serius untuk menelusuri sumber penyebaran. BSSN juga mengimbau publik untuk memutus rantai risiko dengan tidak menyebarkan tangkapan layar data pribadi di ruang digital.

"Hasil analisis awal menunjukkan kebocoran data yang beredar bukan berasal dari insiden baru. Data itu merupakan himpunan dari berbagai informasi terbuka dan kebocoran data yang pernah terjadi sebelumnya, yang dikumpulkan ulang lalu diedarkan kembali oleh pihak tertentu," ujar Sulistyo, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Pemerintah (Gov-CSIRT), dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Pemerintah terus berkoordinasi intensif untuk menindak oknum yang memperjualbelikan kembali informasi sensitif tersebut.

"Kami sepandangan dengan Kemkomdigi. Meskipun ini data lama, kami tidak menganggapnya sepele. Data yang pernah bocor tetap bisa disalahgunakan bila diperjualbelikan kembali. Karena itu, penelusuran dan penindakan tetap berjalan," Sulistyo menegaskan.

Penghentian penyebaran ulang tangkapan layar data pribadi menjadi prioritas bersama dalam menjaga kondusivitas siber nasional.

"Data pribadi tetaplah data pribadi, siapa pun pemiliknya. Setiap kali kita membagikannya ulang, kita ikut memperpanjang risikonya. Mari kita jaga ruang digital bersama dengan tidak ikut memviralkan," tutur Sulistyo.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan