BSSN Sebut Kebocoran Data Menkomdigi Meutya Hafid Data Daur Ulang
"Hasil analisis awal menunjukkan kebocoran data yang beredar bukan berasal dari insiden baru. Data itu merupakan himpunan dari berbagai informasi terbuka dan kebocoran data yang pernah terjadi sebelumnya, yang dikumpulkan ulang lalu diedarkan kembali oleh pihak tertentu," ujar Sulistyo, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Pemerintah (Gov-CSIRT), dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Pemerintah terus berkoordinasi intensif untuk menindak oknum yang memperjualbelikan kembali informasi sensitif tersebut.
"Kami sepandangan dengan Kemkomdigi. Meskipun ini data lama, kami tidak menganggapnya sepele. Data yang pernah bocor tetap bisa disalahgunakan bila diperjualbelikan kembali. Karena itu, penelusuran dan penindakan tetap berjalan," Sulistyo menegaskan.
Penghentian penyebaran ulang tangkapan layar data pribadi menjadi prioritas bersama dalam menjaga kondusivitas siber nasional.
"Data pribadi tetaplah data pribadi, siapa pun pemiliknya. Setiap kali kita membagikannya ulang, kita ikut memperpanjang risikonya. Mari kita jaga ruang digital bersama dengan tidak ikut memviralkan," tutur Sulistyo.
