Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Bamsoet dan Djamari Chaniago Dorong Penguatan Keamanan Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

✍️ Amun 🕒 01 Oct 2026
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet)
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) Foto: Istimewa

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mendorong penguatan perlindungan terhadap dunia usaha guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Soksinews.id — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mendorong penguatan perlindungan terhadap dunia usaha guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Kepastian hukum, keamanan dalam menjalankan kegiatan usaha, jaminan investasi, serta stabilitas politik dan keamanan dinilai menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian kepada pelaku usaha dalam menanamkan modal dan mengembangkan bisnis di Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan Bamsoet dalam Rakornas Bidang Politik dan Keamanan KADIN Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurut Bamsoet, penguatan iklim investasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian insentif ekonomi. Dunia usaha juga membutuhkan kepastian mengenai keamanan aset, kegiatan produksi dan distribusi, serta kepastian hukum.

"Dengan adanya jaminan, terutama jaminan investasi, jaminan keamanan dalam berusaha, dan kepastian lainnya, tentu sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus membangun semangat investasi di dalam negeri. Pengusaha membutuhkan kepastian bahwa modal yang ditanamkan dapat berkembang dalam lingkungan usaha yang aman, stabil, dan memiliki aturan yang jelas," tegas Bamsoet, dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Tantangan Investasi Semakin Kompleks

Bamsoet mengatakan dunia usaha saat ini menghadapi dinamika yang semakin kompleks. Perubahan ekonomi global berlangsung bersamaan dengan perkembangan geopolitik, gangguan rantai pasok, kemajuan teknologi, hingga munculnya berbagai potensi ancaman keamanan.

Kondisi tersebut membuat kemampuan negara dalam menjaga stabilitas menjadi salah satu bagian penting dalam membangun daya tarik investasi.

"Dunia usaha pada dasarnya membutuhkan kepastian. Ketika investasi masuk dalam jumlah besar dan membangun kegiatan usaha dalam jangka panjang, tentu yang dibutuhkan adalah rasa aman, kepastian hukum, serta jaminan bahwa kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, aspek politik, keamanan, dan ekonomi harus dilihat sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat," kata Bamsoet.

Djamari: Potensi Ekonomi Perlu Didukung Stabilitas

Djamari Chaniago menyampaikan pandangan bahwa kekuatan ekonomi merupakan salah satu unsur penting dalam memperkuat posisi Indonesia ke depan.

Menurutnya, potensi sumber daya alam dan ekonomi yang dimiliki Indonesia perlu didukung kondisi politik dan keamanan yang stabil agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dunia usaha, kata Djamari, memiliki peran penting dalam mengolah berbagai potensi tersebut menjadi kegiatan ekonomi produktif, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

"Kekayaan kita yang begitu banyak tidak mungkin bisa kita kelola sendiri, tidak mungkin bisa kita manfaatkan sendiri tanpa kita menciptakan suasana yang aman. Kekayaan kita perlu, terlebih tentunya, kita lindungi dan kita berikan peluang sebesar-besarnya kepada para pengusaha kita untuk bisa memanfaatkan semua potensi tersebut," ujar Djamari.

Pemerintah Buka Ruang Komunikasi dengan Dunia Usaha

Djamari juga membuka ruang komunikasi bagi pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan politik dan keamanan.

Menurutnya, masukan langsung dari dunia usaha dapat membantu pemerintah memahami berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Selanjutnya, persoalan tersebut dapat dikoordinasikan dengan kementerian maupun lembaga terkait sesuai kewenangan masing-masing.

"Jangan ragu-ragu. Sampaikan apa yang kira-kira masih bisa disampaikan kepada saya. Saya akan sepenuhnya mendukung berbagai kepentingan perusahaan dan dunia usaha," kata Djamari.

Djamari menekankan bahwa politik, keamanan, dan ekonomi memiliki keterkaitan dalam membangun ketahanan nasional.

Stabilitas politik memberikan kepastian bagi kegiatan ekonomi, sementara kondisi keamanan yang kondusif mendukung dunia usaha menjalankan aktivitas secara berkelanjutan. Di sisi lain, perekonomian yang kuat turut mendukung kemampuan negara dalam menjaga stabilitas.

"Antara politik dan keamanan tidak bisa dilepaskan, antara keamanan dengan ekonomi juga tidak bisa dilepaskan, semuanya menjadi satu kesatuan. Bagaimana mungkin ekonomi bisa berjalan dengan baik kalau keamanan tidak bagus? Bagaimana keamanan juga bisa mantap kalau ekonominya tidak bagus? Maka, keduanya saling mengisi," pungkas Djamari.

Rakornas tersebut turut dihadiri Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie secara daring, Wakil Ketua Umum Koordinator Taufan EN Rotorasiko, Wakil Ketua Umum Junaidi Elvis, Wakil Ketua Umum Joverly S Vinood, serta Wakil Ketua Umum Reginal FM Engelen.

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan