Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Bahlil Setujui Penjualan Minyak Sumur Rakyat Aceh

✍️ Amun 🕒 12 Oct 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyetujui kerja sama penjualan hasil produksi sumur minyak rakyat di Aceh kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat yang mengelola sumur minyak rakyat.

Bahlil mengatakan persetujuan kerja sama tersebut telah ditandatangani untuk wilayah Aceh. Sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan izin kerja sama bagi sejumlah sumur minyak rakyat yang berproduksi di Sumatera dan Jawa.

“Kemarin saya menandatangani lagi yang untuk Aceh,” katanya ketika dijumpai di sela-sela acara Rapat Kerja Nasional Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) di Jakarta, Senin.

Menurut Bahlil, produksi dari sumur minyak rakyat berpotensi membantu meningkatkan lifting minyak nasional. Selain itu, mekanisme kerja sama tersebut diharapkan dapat menjamin keberlangsungan usaha masyarakat yang selama ini mengelola sumur minyak rakyat.

“(Yang ambil) ada dua, Medco dan Pertamina,” ujar Bahlil.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Tata Cara Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi. Regulasi ini menjadi dasar pelaksanaan kerja sama produksi sumur minyak masyarakat dengan kontraktor kontrak kerja sama.

Di Aceh, pelaksanaan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan tiga perjanjian kerja sama (PKS) pada Jumat (2/10). Penandatanganan dilakukan antara KKKS di bawah kewenangan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan koperasi atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengelola sumur minyak rakyat.

Tiga perjanjian tersebut melibatkan Koperasi Produsen Keuramat Jaya Energy dengan PT Pema Global Energy (PGE), serta Koperasi Produsen Tata Seuramo Peureulak dan PT Aceh Timur Energi dan Mineral (ATEM) dengan PT Medco E&P Malaka.

Kepala BPMA Mawardi Nur mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan produksi sumur minyak masyarakat di wilayah kerja Blok A, Aceh Timur, dan Blok B, Aceh Utara.

Mawardi menyebutkan, pihaknya telah menerima arahan Menteri ESDM untuk terus meningkatkan lifting minyak dan gas bumi di Aceh. Upaya tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

"Kita terus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional serta mengoptimalkan sumber daya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Melalui kerja sama antara koperasi atau UMKM pengelola sumur minyak rakyat dan KKKS, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi produksi minyak sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan usaha sektor energi. Pelaksanaannya diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi minyak dan memperkuat ketahanan energi nasional.

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan