Bahlil Sebut Proyek PLTS 100 GWp Hemat Subsidi Listrik Rp73 Triliun
"Dan ini InsyaAllah kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar Rp70 sampai Rp73 triliun," ujar Menteri Bahlil dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu.
Efisiensi belanja negara dipandang amat krusialing Mengingat besarnya porsi pengeluaran energi yang ditanggung oleh APBN saat ini.
"Karena total subsidi dan kompensasi untuk di listrik sekarang udah lebih dari 200 triliun, besar sekali APBN kita Bapak, Ibu semua. Besar sekali. Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini," ujar Menteri Bahlil.
Pemerintah menargetkan penyelesaian menyeluruh instalasi PLTS dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan demi memperkokoh kedaulatan nasional.
"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak," kata Prabowo.
Inisiatif pengembangan energi terbarukan ini diarahkan untuk menjamin keandalan pasokan energi mandiri tanpa bergantung pada dinamika eksternal.
"Intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia," katanya.
