Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Bahlil Sebut Proyek PLTS 100 GWp Hemat Subsidi Listrik Rp73 Triliun

✍️ Ozi 🕒 07 Oct 2026
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengutarakan bahwa penyelesaian mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GigaWatt peak (GWp) berpotensi memangkas beban subsidi listrik APBN hingga Rp73 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam forum Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Proyek energi bersih yang menelan nilai investasi sebesar 73 miliar dolar AS ini diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Jembrana, Bali, melalui peletakan batu pertama tahap awal 14 titik PLTS berkapasitas 5,3 GWp yang tersebar di enam provinsi.

Langkah akselerasi ini diarahkan sebagai upaya strategis menekan total anggaran subsidi dan kompensasi listrik nasional yang saat ini telah menembus angka Rp200 triliun sekaligus mewujudkan kemandirian energi nasional.

"Dan ini InsyaAllah kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar Rp70 sampai Rp73 triliun," ujar Menteri Bahlil dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu.

Efisiensi belanja negara dipandang amat krusialing Mengingat besarnya porsi pengeluaran energi yang ditanggung oleh APBN saat ini.

"Karena total subsidi dan kompensasi untuk di listrik sekarang udah lebih dari 200 triliun, besar sekali APBN kita Bapak, Ibu semua. Besar sekali. Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini," ujar Menteri Bahlil.

Pemerintah menargetkan penyelesaian menyeluruh instalasi PLTS dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan demi memperkokoh kedaulatan nasional.

"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak," kata Prabowo.

Inisiatif pengembangan energi terbarukan ini diarahkan untuk menjamin keandalan pasokan energi mandiri tanpa bergantung pada dinamika eksternal.

"Intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia," katanya.

O
OziPenulis
A
AmunEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan