Bahlil Prioritaskan Kebutuhan Gas Dalam Negeri, Ekspor ke Singapura Dikurangi
Soksinews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas bumi dalam negeri sebelum mengekspor kelebihan pasokan ke negara lain, termasuk Singapura.
Bahlil mengatakan, ekspor gas tetap dapat dilakukan selama kebutuhan domestik telah terpenuhi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan energi nasional di tengah kebutuhan gas yang terus berkembang.
“Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita, tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain,” kata Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kebijakan pemerintah mengurangi sebagian pasokan gas bumi melalui pipa ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD). Langkah ini dilakukan untuk mengamankan pasokan energi bagi kebutuhan dalam negeri.
Bahlil menjelaskan, total ekspor gas bumi melalui pipa dari Indonesia ke Singapura mencapai sekitar 409,5 MMSCFD. Pasokan tersebut berasal dari wilayah Laut Natuna dan Sumatera.
Menurut Bahlil, pengurangan pasokan sebesar 31 MMSCFD masih berada dalam batas kontrak yang telah disepakati dengan pihak pembeli. Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak melanggar ketentuan kontrak karena volume pasokan yang dikurangi belum melewati batas minimum yang telah ditetapkan.
“Nah, sekarang ini kan yang kita lakukan pemotongan sebagian itu kan adalah 31 MM dari total 409 MM dari kontrak yang ada. Dengan yang ada itu, kita belum melanggar kontrak karena ada batas minimum, kan? Batas minimum itu belum kita lampaui. Jadi nggak ada masalah, ya,” ujarnya.
