Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Bahlil Lahadalia Perkirakan Kebutuhan Listrik Pusat Data Capai 20 GW

✍️ Ozi 🕒 20 Oct 2026
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengarahkan penguatan koordinasi lintas sektor bersama Kementerian Komunikasi dan Digital guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan daya listrik pengembangan pusat data (data center) nasional yang diproyeksikan menembus 20 gigawatt (GW).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam ajang Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026). Sinergi energi dan infrastruktur digital ini dinilai krusial agar pembangunan AI Factory berjalan selaras dengan kesiapan pasokan listrik nasional. Selain menjamin pasokan energi, pemerintah tengah merancang regulasi berkonsep win-win guna mendorong kolaborasi antara investor asing dengan pengusaha nasional dan daerah di lokasi investasi pusat data.

“Saya akan minta data lokasi dari teman-teman yang akan membangun data center, supaya supply energinya itu bisa langsung disediakan,” ujar Bahlil dalam acara Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa perancangan ekosistem kecerdasan artifisial nasional tidak lagi dapat dilakukan secara parsial.

“Hal-hal terkait dengan pembangunan AI Factory, termasuk data center AI Factory, itu harus dilakukan tidak lagi secara terpisah sektor per sektor, tapi dalam sebuah koordinasi yang kuat,” kata Meutya.

Keterikatan kebijakan antarinstansi menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan industri teknologi tinggi di Indonesia.

“Koordinasi yang kuat dengan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi penting karena di dalamnya ada ekosistem energi yang berkaitan dengan keberlangsungan pengembangan artificial intelligence,” jelas Meutya.

Pemerintah juga memastikan partisipasi pelaku usaha lokal agar investasi padat modal tersebut memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.

“Kita akan membuat satu regulasi yang win-win. Kita silakan mereka masuk, tapi juga hargai, dan bagaimana berkolaborasi dengan pengusaha nasional, pengusaha daerah di mana investasi itu akan dilakukan,” tegas Bahlil.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan