Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia Foto: Istimewa
Soksinews.id - Pemerintah terus mengintensifkan langkah-langkah strategis untuk menjamin ketersediaan dan keandalan sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia. Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Bahlil mengungkapkan bahwa meskipun rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) berada pada kisaran 91 hingga 92 Dolar AS per barel, ketahanan pasokan energi nasional secara keseluruhan tetap berada pada ambang batas aman. Penanganan hambatan logistik juga terus dilakukan secara terpadu, termasuk memperkuat ketahanan stok BBM di Bali hingga target 15 hari serta menyelesaikan kendala distribusi yang sempat dialami beberapa titik di Jawa Timur.
“Rata-rata dari Januari sampai dengan bulan Oktober sekarang ICP kita di angka 91 sampai dengan 92 dolar per barel,” ungkap Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.
Pemerintah terus memastikan ketersediaan cadangan bahan bakar di seluruh tingkat penyaluran tetap memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk di sektor BBM saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita rata-rata--minus Pertalite yang RON 90, RON 90 sekarang di angka 16-20 hari, kemudian selebihnya untuk bentuk BBM yang lain itu rata-rata di atas 20 hari,” tegas Bahlil.
Langkah koordinasi intensif bersama PT Pertamina (Persero) terus digencarkan untuk menuntaskan hambatan pengiriman antarpulau secara cepat.
Upaya percepatan penyaluran energi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas aktivitas ekonomi warga serta menjamin kelancaran pasokan BBM di seluruh daerah.