Bahlil Alihkan Distribusi BBM ke Jalur Darat, Stok Nasional Aman
Soksinews.id – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera dialihkan sebagian melalui jalur darat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi hambatan pengiriman akibat pendangkalan sungai selama musim kering.
Bahlil menjelaskan, pendangkalan sungai menyebabkan kapal tanker pengangkut BBM dalam jumlah besar mengalami kendala saat melintasi sejumlah jalur distribusi. Kondisi tersebut membuat Pertamina perlu menyesuaikan metode pengiriman agar pasokan BBM tetap menjangkau konsumen.
“Ada beberapa wilayah yang tadinya distribusi (BBM) melalui sungai, sekarang karena sebagian sungai terjadi pendangkalan akibat cuaca, kami alihkan dengan transportasi darat,” kata Bahlil setelah berkoordinasi mengenai penanganan hambatan distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin.
Menurut Bahlil, pengalihan distribusi melalui jalur darat membutuhkan waktu tambahan hingga BBM sampai ke tingkat konsumen. Meski demikian, pemerintah berupaya memaksimalkan penanganan agar kendala distribusi tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Tapi sekalipun demikian, kami akan melakukan upaya maksimal agar hal yang tidak diinginkan itu terjadi,” ujarnya.
Bahlil juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM nasional. Ia menyebut cadangan Pertalite secara nasional masih mampu memenuhi kebutuhan selama 16–18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya memiliki ketahanan stok rata-rata di atas 20 hari, sesuai standar minimum nasional.
Pemerintah, lanjut Bahlil, akan terus menambah ketahanan cadangan BBM secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Saat ini, upaya penanganan difokuskan pada kelancaran distribusi agar pasokan dapat menjangkau berbagai daerah tanpa hambatan berarti.
“Saya katakan bahwa cadangan nasional kita di atas 16–18 hari jadi keseluruhan tidak ada yang terlalu harus kita khawatirkan secara cadangan nasional. Distribusinya yang kami perlancar sekarang,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran pengiriman, Bahlil telah meminta Pertamina menambah armada pengangkut BBM. Penambahan armada dilakukan sesuai kebutuhan distribusi di wilayah yang mengalami kendala.
Di Bali, misalnya, pengiriman BBM dari Jawa melalui jalur laut kini didukung tujuh kapal pengangkut, meningkat dari sebelumnya tiga kapal. Penambahan tersebut diharapkan membantu memperlancar pasokan BBM ke Pulau Dewata di tengah penyesuaian jalur distribusi.
Pemerintah bersama Pertamina terus mengupayakan kelancaran distribusi sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan akibat kondisi cuaca dan perubahan kedalaman sungai di sejumlah wilayah.
