Atalia Praratya Minta Penambahan Petugas Haji Perempuan Tahun 2027
“Kami mendorong agar dari sisi pendampingan untuk ibadah haji, khususnya petugas haji dan juga pendampingan ibadah, mudah-mudahan bisa ditambah dari komposisi jumlah perempuannya,” ujar Atalia.
Dominasi kuota keberangkatan jemaah perempuan dari tahun ke tahun membutuhkan penyesuaian jumlah tenaga pendamping di lapangan.
“Kita berharap mudah-mudahan tahun ini tidak ada pengurangan, bahkan harusnya lebih banyak dari itu, karena kita tahu dari tahun ke tahun komposisi perempuan yang akan berangkat ternyata lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki,” jelas legislator Fraksi Partai Golongan Karya tersebut.
Penguatan manasik haji juga disarankan mencakup edukasi tata cara penggunaan fasilitas penerbangan demi keselamatan jemaah selama perjalanan.
“Kita berharap ada pembekalan yang lebih dalam terkait dengan bagaimana cara menggunakan seatbelt misalkan di pesawat terbang, bagaimana terkait dengan keselamatan di pesawat terbang, bagaimana cara menggunakan toilet yang mungkin berbeda dibandingkan dengan toilet yang biasa mereka pergunakan, termasuk juga penggunaan telepon genggam dan lain sebagainya,” tutur Atalia.
Edukasi visual melalui simulasi dan tayangan video dinilai bakal memudahkan pemahaman para calon jemaah sebelum diberangkatkan.
“Kami berharap bahkan kalau bisa ada simulasi-simulasi atau video-video yang memberikan edukasi. Saya kira itu akan sangat-sangat membantu bagi calon jemaah haji,” ujarnya.
Seluruh temuan kunjungan kerja di daerah diserap dewan sebagai bahan pertimbangan evaluasi pelayanan haji mendatang.
“Ini menjadi bagian dari pengawasan kami agar berbagai masukan yang kami terima di lapangan dapat ditindaklanjuti dan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan,” pungkas Atalia.
