Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Parlemen
Parlemen

Atalia Praratya Minta Penambahan Petugas Haji Perempuan Tahun 2027

✍️ Ozi 🕒 06 Oct 2026
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya Foto: Istimewa

Soksinews.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mendorong pemerintah untuk menambah porsi petugas haji perempuan serta menyempurnakan materi manasik dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.  Penegasan tersebut disampaikan Atalia saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (2/10/2026).

Langkah evaluasi ini dinilai mendesak mengingat statistik jemaah haji perempuan secara konsisten lebih dominan dibanding laki-laki, seperti contoh di Sumatera Utara yang mencatatkan 3.300 jemaah perempuan dari total 5.913 jemaah.

Legislator Fraksi Partai Golkar ini menekankan bahwa ketersediaan pendamping perempuan yang proporsional sangat penting untuk melayani kebutuhan spesifik jemaah di Tanah Suci. Selain itu, materi pembekalan calon jemaah diminta tidak hanya berfokus pada syariat, melainkan dilengkapi panduan praktis dan simulasi penggunaan fasilitas penerbangan serta teknologi.

“Kami mendorong agar dari sisi pendampingan untuk ibadah haji, khususnya petugas haji dan juga pendampingan ibadah, mudah-mudahan bisa ditambah dari komposisi jumlah perempuannya,” ujar Atalia.

Dominasi kuota keberangkatan jemaah perempuan dari tahun ke tahun membutuhkan penyesuaian jumlah tenaga pendamping di lapangan.

“Kita berharap mudah-mudahan tahun ini tidak ada pengurangan, bahkan harusnya lebih banyak dari itu, karena kita tahu dari tahun ke tahun komposisi perempuan yang akan berangkat ternyata lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki,” jelas legislator Fraksi Partai Golongan Karya tersebut.

Penguatan manasik haji juga disarankan mencakup edukasi tata cara penggunaan fasilitas penerbangan demi keselamatan jemaah selama perjalanan.

“Kita berharap ada pembekalan yang lebih dalam terkait dengan bagaimana cara menggunakan seatbelt misalkan di pesawat terbang, bagaimana terkait dengan keselamatan di pesawat terbang, bagaimana cara menggunakan toilet yang mungkin berbeda dibandingkan dengan toilet yang biasa mereka pergunakan, termasuk juga penggunaan telepon genggam dan lain sebagainya,” tutur Atalia.

Edukasi visual melalui simulasi dan tayangan video dinilai bakal memudahkan pemahaman para calon jemaah sebelum diberangkatkan.

“Kami berharap bahkan kalau bisa ada simulasi-simulasi atau video-video yang memberikan edukasi. Saya kira itu akan sangat-sangat membantu bagi calon jemaah haji,” ujarnya.

Seluruh temuan kunjungan kerja di daerah diserap dewan sebagai bahan pertimbangan evaluasi pelayanan haji mendatang.

“Ini menjadi bagian dari pengawasan kami agar berbagai masukan yang kami terima di lapangan dapat ditindaklanjuti dan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan,” pungkas Atalia.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan