Airlangga Optimis Rupiah Tak Sentuh Rp19000 Per Dolar AS
Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimistis nilai tukar rupiah tidak akan merosot hingga menembus level Rp19.000 per dolar AS pada penghujung tahun ini. Keterangan tersebut disampaikan Airlangga di Jakarta, dikutip Kamis (29/10/2026).
Airlangga menegaskan ketahanan makroekonomi nasional yang tetap solid menjadi landasan utama keyakinan pemerintah di tengah tren pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah di Rp18.183 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (28/10/2026).
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memastikan terus melakukan intervensi pasar melalui instrumen spot, NDF, DNDF, hingga pembelian SBN di pasar sekunder guna meredam dampak tekanan eksternal seperti konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia.
"Iya, kita lihat aja, tapi kita lebih optimis. Nanti kita lihat, kita optimis dengan kondisi makroekonomi, ya," kata Airlangga di Jakarta, dikutip Kamis (29/10/2026).
Gejolak geopolitik global dan lonjakan harga minyak mentah internasional di atas US$115 per barel diakui menekan stabilitas kurs mata uang kawasan.
"Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas US$115 per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2026).
Tekanan valuta asing akhir bulan serta sentimen evaluasi bursa oleh MSCI turut memicu arus modal keluar dari pasar domestik.
Otoritas moneter memastikan cadangan devisa nasional sebesar US$146,3 miliar masih memadai untuk menopang ketahanan ekonomi.
"BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," tegasnya.
