Airlangga Laporkan Ekonomi Indonesia Stabil kepada Prabowo, Pemerintah Genjot Ekspor
Soksinews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kondisi makroekonomi Indonesia yang relatif stabil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin. Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan ekspor dari berbagai sektor, termasuk industri manufaktur, dengan mengatasi hambatan yang berpotensi menghambat kinerja perdagangan.
Airlangga mengatakan, rapat tersebut membahas perkembangan perekonomian menjelang akhir 2026 sekaligus menjadi bagian dari evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo.
"Hari ini, Bapak Presiden memanggil tim ekonomi, terutama untuk meng-update situasi perekonomian akhir tahun ini, dan juga sekaligus dalam rangka dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo. Tadi kami sampaikan bahwa kondisi makroekonomi relatif stabil," kata Airlangga dalam pernyataan pers seusai pertemuan.
Menurut Airlangga, pembahasan mencakup pertumbuhan ekonomi, target inflasi, kondisi perbankan, serta perkembangan investasi yang telah berjalan. Berbagai indikator tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan.
Selain menjaga stabilitas makroekonomi, pemerintah berupaya memperkuat kinerja ekspor melalui berbagai sektor usaha, termasuk manufaktur. Airlangga menyebut hambatan yang berpotensi menekan ekspor akan ditangani melalui satuan tugas (satgas) yang mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo.
"Sehingga, berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor nanti akan kita debottlenecking yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui satgas," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Airlangga didampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Suahasil mengatakan, Kementerian Keuangan turut menyampaikan perkembangan ekonomi global dan potensi dampaknya terhadap perekonomian domestik. Pembahasan juga mencakup pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sisa tahun anggaran 2026.
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi dunia masih diwarnai ketidakpastian, antara lain dipengaruhi perkembangan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa. Meski menghadapi dinamika global, pemerintah menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan.
"Kami melaporkan kepada Bapak Presiden kondisi ekonomi makro Indonesia masih sangat resilien. Kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilien. Jadi, kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan," kata Suahasil.
Ia menambahkan, Kementerian Keuangan akan melanjutkan penelaahan dan efisiensi anggaran dalam pelaksanaan APBN hingga akhir tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pengelolaan anggaran tetap efektif di tengah dinamika perekonomian global.
Melalui koordinasi antara pemerintah, otoritas moneter, dan sektor jasa keuangan, pemerintah berupaya mempertahankan stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat pertumbuhan melalui peningkatan investasi dan ekspor.
