Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Airlangga Hartarto Dorong AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

✍️ Amun 🕒 09 Oct 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), semikonduktor, dan talenta digital sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri nasional, dan menjaga daya saing di tengah dinamika perekonomian global.

Airlangga mengatakan, Indonesia perlu memperluas sumber pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan industri masa depan.

“Indonesia harus terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan baru. Kita tidak hanya perlu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan,” kata Airlangga dalam Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa DPP Universitas Negeri Semarang (UNNES) Tahun 2026, dikutip di Jakarta, Jumat.

Menurut Airlangga, transformasi digital menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mengejar peningkatan produktivitas. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia perlu meningkatkan perannya, tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pengembang dan pencipta nilai tambah digital.

Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah mendorong pengembangan ekosistem yang menghubungkan pusat data (data center), kecerdasan buatan, semikonduktor, dan talenta digital. Keterhubungan berbagai sektor ini dinilai penting dalam membangun fondasi industri nasional yang kompetitif di masa mendatang.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah menjalin kerja sama pengembangan teknologi semikonduktor dengan ARM Holdings dari Inggris. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan desain semikonduktor di Indonesia sekaligus menyiapkan tenaga ahli yang dibutuhkan industri teknologi.

Selain itu, Indonesia berpartisipasi sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah wadah kerja sama internasional yang mendorong pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan.

Di tingkat regional, pemerintah juga memperkuat kerja sama melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperluas integrasi ekonomi digital kawasan dan membuka peluang pengembangan industri berbasis teknologi.

Airlangga turut menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital oleh generasi muda. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terus berubah seiring perkembangan teknologi dan industri.

“Anak-anak muda ini menjadi digital literate dibandingkan dengan eyang dan buyut-buyutnya, jadi ini adalah the next economy yang harus kita kuasai. Kita mendorong artificial intelligence, semiconductor, dan talenta digital karena kebutuhan kerja akan berbeda dengan mereka yang bekerja di sektor industri padat karya dan di sektor industri padat modal,” ujar Airlangga.

Untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja, pemerintah mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi digital. Upaya tersebut mencakup pertukaran talenta teknologi dengan Singapura, pengembangan ekosistem perusahaan rintisan digital, serta pemberian insentif super tax deduction hingga 200 persen bagi kegiatan tertentu yang memenuhi ketentuan.

Pemerintah juga mendorong program Digital Talent Scholarship untuk memperluas akses pelatihan dan meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang teknologi.

Melalui pengembangan AI, semikonduktor, dan talenta digital, Airlangga mendorong Indonesia memperkuat fondasi ekonomi berbasis teknologi. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nasional, membuka peluang kerja baru, serta memperbesar peran Indonesia dalam rantai nilai industri digital global.

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan