Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Airlangga Bidik Investasi Hilirisasi Rp3.839 Triliun hingga 2029

✍️ Amun 🕒 07 Oct 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Foto: Istimewa

Soksinews.id - Pemerintah menargetkan realisasi investasi mencapai Rp3.839,9 triliun sepanjang periode 2025-2029. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hilirisasi menjadi salah satu sektor yang terus didorong untuk mencapai target tersebut sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Airlangga mengatakan investasi yang masuk ke sektor hilirisasi menunjukkan perkembangan positif. Hingga semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi telah mencapai sekitar Rp300 triliun atau tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Investasi ke depan ditargetkan bisa 3.839 triliun dalam 4 tahun ke depan. Saat ini, realisasi hilirisasi di semester 1-2026 adalah Rp300 triliun, ini naik 6,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa.

Pemerintah juga telah menyusun peta jalan hilirisasi untuk 28 komoditas. Dari program tersebut, potensi investasi yang diproyeksikan mencapai 618,1 miliar dolar AS, dengan potensi ekspor sebesar 857,6 miliar dolar AS dan nilai tambah mencapai 235,9 miliar dolar AS.

Airlangga mengatakan tambahan nilai tersebut berpotensi memperbesar kontribusi ekspor Indonesia. Secara keseluruhan, tambahan ekspor yang berasal dari program hilirisasi diperkirakan dapat mendekati 500 miliar dolar AS.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi memiliki ruang yang besar untuk memperkuat kinerja ekspor nasional. Pemerintah pun terus mendorong agar komoditas Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dampak hilirisasi juga terlihat pada peningkatan ekspor produk berbasis nikel. Airlangga mencatat nilai ekspor produk tersebut meningkat dari sekitar 1,3 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 34 miliar dolar AS pada 2025.

Selain meningkatkan nilai ekspor, pengembangan industri berbasis sumber daya alam juga dinilai berkontribusi terhadap pemerataan pertumbuhan ekonomi. Investasi hilirisasi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi mulai mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah.

“Ini tercermin dari sekitar 75,7 persen investasi hilirisasi semester I tahun 2026 yang berada di luar Jawa dan berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis sumber daya alam,” ujarnya.

Airlangga menambahkan, strategi transformasi ekonomi tidak berhenti pada hilirisasi. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi melalui penguatan sektor agroindustri dan manufaktur.

Di sektor teknologi, pemerintah mengarahkan pengembangan digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan buatan atau AI, serta sektor jasa. Perkembangan teknologi seperti machine learning, Internet of Things (IoT), dan otomasi juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas industri.

“Pemanfaatan teknologi seperti machine learning, Internet of Things (IoT), dan otomasi juga terus berkembang di sektor industri untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” kata Airlangga.

Untuk menopang kebutuhan industri yang semakin berbasis teknologi, pemerintah turut memperkuat pendidikan vokasi dan kerja sama dengan dunia usaha. Pengembangan talenta di bidang AI dan semikonduktor menjadi salah satu fokus dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Airlangga menyebut pemerintah menargetkan sekitar 15 ribu talenta dapat dikembangkan dalam tiga tahun mendatang. Pengembangan tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Selain sumber daya manusia dan teknologi, ketersediaan energi yang kompetitif serta semakin ramah lingkungan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri Indonesia. Pemerintah berupaya memastikan kebutuhan energi industri dapat terpenuhi sekaligus menyesuaikan dengan tuntutan pasar global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan