Sabtu, 07 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Bahlil Lahadalia Bantah Penyadapan Prabowo Dan Siapkan Somasi 3x24 Jam

✍️ Ozi 🕒 07 Nov 2026
Bahlil Lahadalia Bantah Penyadapan Prabowo Dan Siapkan Somasi 3x24 Jam
Bahlil Lahadalia Bantah Penyadapan Prabowo Dan Siapkan Somasi 3x24 Jam Foto: Istimewa

Soksinews.id - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah keras tuduhan yang mengaitkan dirinya dalam skenario penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara. Penegasan tersebut disampaikan Bahlil dalam pidatonya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).

Bahlil menegaskan bahwa cerita perihal adanya rapat tertutup sebelum penangkapan para tersangka penyadapan merupakan fitnah yang sengaja dibangun untuk merusak marwah kepemimpinan partai. Ia pun mendesak penegak hukum Polri untuk mengusut perkara ini secara transparan, serta mengancam akan melayangkan somasi 3x24 jam hingga memproses hukum pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut.

"Bagaimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya sendiri disadap?" kata Bahlil saat pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Maluku, di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11).

Ketua Umum Partai Golkar ini mendesak pihak kepolisian untuk membuka fakta perkara penyadapan secara terang benderang guna menghentikan rumor di publik.

"Buktikan, saya minta kepada pihak keamanan kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka saja. Jangan fitnah terus yang dibangun. Diusut saja dan saya memberikan kepada tadi itu ada senior saya juga, senior saya yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya di podcast, ya, saya bilang kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan. Kalau tidak saya akan somasi. Kalau tidak saya akan proses secara hukum karena meletup bahaya," ujar Bahlil.

Langkah tegas dipandang perlu diambil oleh jajaran partai demi menjaga marwah kepemimpinan serta integritas organisasi dari tuduhan yang tidak berdasar.

"Saya minta kepada penegak hukum khususnya Polri untuk mengusut tuntas. Kalau memang ada rapat itu siapa aja dibuka aja karena saya merasa tidak pernah melakukan itu, tapi tuduhannya kan, awalnya aku ga mau pusing, tapi tuduhannya ke sini kan gila sekali udah ke mana-mana ini barang," tutur Bahlil.

Pemerintah dan penegak hukum diharapkan menyelesaikan perkara ini sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku tanpa kompromi.

"Saya kasih waktu, saya abis ini pulang saya akan somasi orang-orang itu. Saya akan kasih waktu 3x24 jam lah. Saya akan kasih somasi, kalau tidak, ya, negara kita kan negara hukum saya akan menempuh jalur hukum karena bicara partai itu marwah partai, ketua umum partai itu marwah. Jadi saya tidak mau mundur dari orang-orang kaya gini. Ga bisa," tambahnya.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan